Senin, 17 Mei 2010

Kamus Bahasa Dusun di kab Muara Enim

Bahasa penduduk di daerah Muara Enim merupakan bahasa Melayu yang banyak kemiripannya dengan Bahasa orang Malaysia. Bahasa penduduk Muara Enim hampir sama dengan bahasa di Kalimantan Barat (Pontianak) dengan ciri khasnya kalau akhiran kkata dengan huruf "A" iganti dengan Huruf "E" misalnya Kemana menjadi kemane, apabila menjadi Kebile, siapa menjadi sape, dimana menjadi mane, Sesuatu apa menjadi Tuape, Tidak menjadi Nide, Tak mau menjadi Nindak, Mau disebut Galak ( bukan buas a lho) .

Bila kita cermati kata-kata yang dipakai di Kabupaten Muara Enim, banyaklah yang sebenarnya digunakan dalam bahasa Indonesia, namun ada beberapa yang konotasinya berbeda. Misalnya Kata Canggih, di Muara Enim adalah ungkapan untuk seorang anak kecil yang sangat pandai bicara. Sedangkan Kalau Ringkih ungkapan untuk seorang yang cantik, pekerjaan yang menarik. Kata Pagu adalah sebutan loteng kalau dicermati menunjukkan arti yang paling atas, Dan telah digunakan dalam bahasa Indonesia baku seperti " Pagu peroyek" nilai tertinggi dalam proyek

Menambahkan kata-kata yang pernah saya tulis terdahulu beberapa tambahan dalam tulisan ini yang sifatnya susah untuk dikelompokkan namun kita lakukan secara acak saja . Kegunaannya banyak kata-kata yang sudah tidak dipakai dan diartikan lain karena pengaruh zaman. kata "Katik " berarti tidak ada, Namun sering dipakai menjadi Dak Katik, sehingga kalau diartikan Tidak Tidak ada, yang berarti ada.

Jadi mengatakan kata Katik tidak harus dimulai dengan Dak Katik, cukup Katik saja.
Kata Katik hanya dipakai di daerah Tanjung Enim ke hilir dan Lahat, namun kalau di daerah hulu sampai ke Ogan kata Katik disebut =NIGANG, bahkan kadang disingkat "GANG" kata Gang juga kadang dipadukan menjadi satu kata menjadi GANGGI yang berarti sudah tidak ada lagi.
Kita mulai alat pengangukutan tradisonal :
Bake, kinjach, = alat pengangkut hasil kebun yang ukurannya sedang dengan beban sekitar 20 Kg. Termasuk juga Ambung. Tapi yang paling kecil disebut " keruncung " Bahannya dibuat dari Bambu yang biasanya adalah Bambu Mupe ( Buluh) yang masih muda dan kemudian dipotong sekitar 1 meter dan kemudian dibelah-belah sekitar 1/2 Cm., lalu direbus yag disebut Bemban. Kulit dalam bambu Mumpe itulah kemudian dikupas tipis, tipis dan kemudian dikeringkan dan berwarna putih. setelah itu baru diayam. Kulit luar yang keras disebut klisi biasanya dibuat Tangguk ( untuk menangkap ikan) dan Huntung ( untuk tempat bumbu dapur biasanya.
Pinggiran Bake, Kinjahkh kemudian dirangkai dengan Rotan (ui) yang bisanya dipakai jenis Ui Sumam, sedangkan penjalinnya dipakai Rotan Sehimit yang kecil, warnanya putih dan kuat.
Macam-macam Rotan juga banyak ada Sehetung, Manau, Sehimit,. Untuk Manau biasanya batangnya mencapai diameter 3 inchi dan panjangnya mencapai 100 meter merayap sampai ke punncak pohon. Buahn Manau sangat bagus dibuat sambal yang biasanya disebut Ihup-ihupan. ( Cabe, garam, terasi dan kemudian buah manau yang masak di ca,purkan)_ sebagai bahan untuk asamnya dimakan dengan Lauik Ikan Sepit ( ikan dipanggang dan dijepit dengan bambu yang disebut Sepitan.

Selain Bake,kinjach dan keruncung ada lagi alat penyimpaian dan angkut namanya LANJUNG dan Uncang, semuanya digunakan untuk membawa atau menyimpan padi sehabis Panen. Bake, Kinjakh, ambung, lanjung, Uncang dikasih tali kemudian dibawa dibagian belakang tubuh, supaya tidak terlalu mengandalkan kekuartan kepala maka dikasih pula tali bantuan yang disebut " SEMBIKE "
Sekedar menambah pembendaharaan kata alat penerangan :
Jehangkang = Lampu terbuat dari Damar
Culuk = Lampu yang dibuat dari bambu dikasih sumbu kain bekas dengan bahan bakar minyak tanah
Suluh = alat penerangan jalan kalau ke sungai dari daun kelapa kering
Sule = Sebangsa suluh tapi bahannya dari seludang kepala kering yang diikat dan biasanya dipakai untuk mengusir nyamuk.
Lampu Batuk= dari kalewng yag dikasih sumbu dan bahan bakarminyak tanah.

Kata Sule juga diartikan pendahuluan bila kita akan membuat kebun. Nyule beartai mencari tempat yang baik untuk dibuka sebagai kebun. Dahulu semasa rimba masih lebat banyak buah-buahan yang dapat dimakan dan sedap rasanya, misalnya : Buah Bukul, Bunut, Kelemai ( buahnya berduri dan isinya seperti kemiri), Puguk ( sebangsa rambutan), keliat, asam kumbang, Belabak ( sebangsa mangga), Pauh, Tampang ( bukan wjah) tapi buah yang kulitya kuning dan isinya merah dan biasa menjadi makanan Siamang

Untuk nama yang paling banyak sebutan untuk seekor binatang adalah " Babi" nama lain babi antara laian Bagung, Keduruh, Bai aum, Keduncuk,Setu dibawah ini ( panggila keren) KataSetu adalah singkatan dari Sesuatu

Kata yang sudah banyak dilupakan adalah " NGINDING", artinya menumpang makan sama orang lain.

Jenis kayu-kayuan di hutan juga sangat banyak . misalnya Medang ( medang seluang, medang kuning, Medang abang, Mare Bikang, Seluai, Cihu, Sehian, merantih, bungukh, lebuai, yang saat ini sudah sudah ditemukan karena dirambah dan ditebangi dan ngeris, tehas tambang, nggerunggang, dan lain-lain

Udahan dulu ya nanti sambung lagi................. he he

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar